x

Kios Hangus Terbakar, Pedagang Pasar Cukir Hanya Bisa Pasrah

waktu baca 3 menit
Kamis, 22 Okt 2026 11:17 22 Redaksi

JOMBANG, ARHAPEDIA.ID – Musibah kebakaran yang menerjang Pasar Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, pada Kamis (22/10/2026) dini hari, memupuskan sumber penghasilan Munjana (54). Tiga kios miliknya yang menjual sepatu, sandal, dan tas hangus tak bersisa beserta seluruh stok dagangan di dalamnya.

Kerugian materiil yang dialami warga Dusun Sumoyono, Desa Cukir ini diperkirakan menembus angka ratusan juta rupiah. Nilai kerugian kian membengkak lantaran korban baru saja menambah pasokan barang dagangan beberapa hari sebelum musibah terjadi.

Munjana mengaku sama sekali tak menyangka tempat usahanya bakal dilalap si jago merah. Saat kebakaran hebat itu terjadi, ia sebetulnya tengah bersiap berangkat ziarah ke Kajen, Jawa Tengah, bersama sanak saudaranya.

Rencana ibadah tersebut seketika runtuh sesaat setelah ia menerima panggilan telepon yang mengabarkan kondisi pasar.

“Saya baru beberapa hari lalu kulakan. Rencananya tadi mau ke Kajen, Jawa Tengah, untuk ziarah bersama adik-adik. Sekitar pukul 01.30 atau 02.00 saya dihubungi orang dan diberi tahu kalau kios saya kebakaran,” ungkap Munjana saat ditemui di lokasi kejadian.

Mendapat kabar duka tersebut, Munjana langsung bergegas menuju lokasi. Namun, setibanya di pasar, kobaran api sudah membumbung tinggi hingga menutup akses menuju area tempat berjualannya.

Ia hanya bisa meratapi kobaran api yang melahap habis kiosnya dari kejauhan tanpa sempat menyelamatkan satu pun barang berharga.

“Saya datang ke sini, apinya sudah besar sekali. Saya tidak bisa masuk ke area kios. Akhirnya, rencana ziarah juga tidak jadi, padahal barang dagangan masih penuh karena baru saja kulakan,” tuturnya.

Tak ada satu pun pasokan barang di tiga kiosnya yang selamat dari jilatan api. Seluruh persediaan sepatu, sandal, dan tas yang siap dipasarkan habis menjadi arang.

“Kalau dihitung, kerugiannya mungkin sampai ratusan juta rupiah karena ada tiga toko,” katanya.

Meski diliputi duka mendalam dan rasa cemas akan kelangsungan ekonominya, Munjana berusaha tegar. Ia memilih berserah diri dan meyakini musibah ini sebagai takdir yang harus dihadapi dengan kesabaran.

“Semua masih kaget. Saya juga masih syok. Namun, semuanya saya kembalikan kepada Allah karena Dia yang menentukan nasib kita. Kita harus sabar,” ujarnya.

Kendati kehilangan tiga lapaknya sekaligus, Munjana menegaskan tak akan patah arah untuk terus mengais rezeki. Ia masih menyimpan harapan pada satu lokasi tersisa yang akan digunakannya untuk merintis kembali usahanya setelah situasi kondusif.

“Masih ada satu lokasi lagi. Nanti saya ingin berjualan di sana saja,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Cukir pada Kamis dini hari. Sebanyak 54 bedak atau kios pedagang yang tersebar di Blok W, X, Y, dan Z dilaporkan terdampak serius.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, Wiku F. Diaz, membenarkan insiden tersebut. Berdasarkan hasil kaji cepat awal, kebakaran diduga kuat dipicu korsleting arus pendek listrik dari salah satu lapak pedagang.

“Dugaan sementara karena korsleting listrik, tapi untuk saat ini api sudah berhasil dipadamkan,” jelas Wiku.

Dalam upaya penjinakan api, BPBD Jombang mengerahkan dua unit armada mobil pemadam kebakaran (damkar) ke lokasi kejadian. Total nilai kerugian resmi dari puluhan pedagang terdampak saat ini masih dalam proses pendataan pihak berwenang.

LAINNYA
x