x

Tantangan Sekolah Rakyat Jombang Diungkap Gus Ipul

waktu baca 3 menit
Kamis, 22 Okt 2026 14:02 32 Firdaus Wibowo

ARHAPEDIA.COM, JOMBANG – Kemampuan akademik siswa yang beragam menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Bahkan, ada siswa jenjang SMA yang masuk sekolah dalam kondisi belum bisa membaca.

Persoalan tersebut disampaikan Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (22/10/2026).

Menurut Gus Ipul, siswa Sekolah Rakyat datang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Selain kemampuan akademik, mereka juga memiliki kebiasaan, kondisi kesehatan, serta pengalaman hidup yang tidak sama.

Sebagian siswa sudah memiliki kemampuan membaca dengan baik. Namun, sebagian lainnya masih membutuhkan pendampingan untuk mengejar ketertinggalan belajar.

Bahkan, ada anak yang pernah bekerja selama satu hingga dua tahun di tempat yang tidak semestinya. Sebagian lainnya merupakan korban kekerasan sehingga membutuhkan penanganan lebih dari sekadar pembelajaran di kelas.

Kondisi tersebut membuat Sekolah Rakyat memiliki tanggung jawab yang lebih luas. Selain memberikan pendidikan, sekolah juga menjalankan fungsi rehabilitasi dan pemberdayaan sosial untuk membantu anak-anak membangun kembali kepercayaan diri serta menyiapkan masa depan mereka.

“Di Sekolah Rakyat ini, di samping edukasi, kita juga ada rehabilitasi sekaligus pemberdayaan sosial,” ujar Gus Ipul.

Ia menjelaskan, perbedaan kemampuan dan latar belakang siswa membuat proses adaptasi menjadi tahap penting pada awal penyelenggaraan pendidikan. Masa tersebut digunakan untuk membantu siswa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah sekaligus mempersiapkan mereka mengikuti pembelajaran.

Karena itu, penguatan kedisiplinan menjadi salah satu perhatian pemerintah. Menurut Gus Ipul, pembentukan kebiasaan positif harus dilakukan bersama oleh kepala sekolah, guru, wali asrama, wali asuh, dan para siswa.

Kementerian Sosial bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk mendukung proses tersebut. Pendampingan juga melibatkan kadet atau mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan).

Pembiasaan yang diterapkan meliputi pengaturan waktu bangun dan tidur, mengikuti jadwal sekolah, menata pakaian, menjaga barang pribadi, hingga merawat lingkungan tempat tinggal.

“Kunci sukses penyelenggaraan Sekolah Rakyat ini adalah kedisiplinan para kepala sekolah, guru, wali asrama, wali asuh, seluruh pemangku kepentingan, termasuk para siswa,” katanya.

Jombang Ditargetkan Tampung Lebih dari 2.000 Siswa

Di tengah tantangan tersebut, pemerintah berencana mengembangkan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang agar dapat beroperasi secara penuh dan menampung lebih dari 2.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Gus Ipul mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Jombang terhadap penyelenggaraan program tersebut sejak awal. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada tenaga pendidik dan pengelola sekolah yang telah mendampingi para siswa.

Dalam kunjungan itu, Gus Ipul turut bertemu dengan orang tua siswa, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta jajaran pemerintah daerah untuk melihat perkembangan pembelajaran di sekolah tersebut.

Selain kapasitas sekolah, pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik juga menjadi perhatian. Gus Ipul mengatakan proses seleksi guru masih berlangsung. Selama proses itu berjalan, Kementerian Sosial meminta dukungan untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar.

Meski demikian, ia belum merinci jumlah kekurangan guru di Sekolah Rakyat Jombang.

Pengembangan Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga memberi kesempatan kepada siswa dengan beragam latar belakang untuk mengejar ketertinggalan dan mengembangkan potensinya.

LAINNYA
x